Cegah Pemalsuan, Surat Hasil Tes Covid-19 di Bandara Soetta Wajib Diunggah ke e-HAC

Jakarta – Aturan perjalanan dengan di , Tangerang, Banten rencananya akan diubah lagi. Nantinya, tak sembarangan surat hasil PCR atau rapid test antigen yang dapat memenuhi aturan perjalanan dengan pesawat terbang. Sistem baru dalam pemeriksaan aturan perjalanan menggunakan pesawat akan diatur secara online untuk mencegah maraknya pemalsuan surat hasil tes Covid-19.

Electronic Health Alert Card (e-HAC) - tirto.id

Electronic Health Alert Card (e-HAC) – tirto.id

Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko, pihaknya nanti akan memberlakukan Electronic Health Alert Card (e-HAC) untuk calon penumpang di Bandara Soetta. Ke depannya e-HAC hanya dapat diakses oleh petugas KKP berupa digital.

“Tentu saja nanti dengan adanya digital tidak kertas lagi atau fisik dapat meminimalisir adanya kecurangan dan pemalsuan kartu sehat bebas Covid-19 sebelum terbang,” kata Handoko di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1), seperti dilansir Tribunnews.

Handoko menambahkan, proses validasi persyaratan terbang secara digital atau e-HAC sebenarnya telah dilakukan dari beberapa bulan lalu, tetapi belum dioptimalisasi sehingga masih memakai kertas atau manual. Nantinya optimalisasi e-HAC akan dimulai pada bulan Februari 2021 dan wajib dilakukan oleh calon penumpang. “Nanti ya wajibnya dan efektifnya bulan Februari, sebenarnya sudah jalan dari beberapa bulan lalu, sudah dilakukan tapi memang banyak yang belum tersosialisasi,” tutur Handoko.

Apabila calon penumpang sudah melakukan PCR test atau rapid test antigen, maka dokumen tersebut harus diunggah ke e-HAC. “Seluruh pelayanan kesehatan yang akan mengeluarkan (hasil tes) PCR atau antigen, harus terdaftar di Electronic Health Alert Card (e-HAC). Jadi, pihak pelayanan kesehatan itu yang meng-upload (ke e-HAC),” terangnya.

Setelah pihak pelayanan kesehatan mengunggah hasil tes PCR atau antigen, maka calon penumpang yang melakukan tes juga akan mempunyai hasil tes di e-HAC masing-masing. Kemudian, calon penumpang harus menunjukkan hasil tes mereka melalui aplikasi e-HAC pada petugas bandara.

Aturan perjalanan baru ini diharapkan dapat meminimalisir beredarnya surat hasil tes Covid-19 palsu di kemudian hari. “Itu kan fasilitas kesehatannya yang harus meng-upload. Kemudian, kemungkinan adanya pemalsuan sangat kecil sekali,” tutupnya.