Cegah Virus ASF, Bandara Soekarno-Hatta Kelola Sampah Pesawat

Jakarta – Kementerian Pertanian berupaya untuk mencegah masuknya virus african swine fever (ASF) ke . Virus yang menyerang hewan babi ke ini dicegah dengan melakukan gerakan pemetaan, mitigasi dan simulasi, terutama di daerah yang populasi babinya tinggi di .

Seminar “African Swine Fever (ASF)

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewah (PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita di seminar “African Swine Fever (ASF): The Emergence Preparedness for Indonesia” yang diselenggarakan di Kota Bogor – today.line.me

“Mitigasi lapangan dilakukan dengan mencegah masuknya sampah terutama dari negara-negara yang sudah tercemar virus ASF,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, seperti dilansir Antara

Lebih lanjut Ketut Diarmita menjelaskan bahwa potensi penyebaran virus ASF selain dari sampah pesawat juga bisa menempel pada manusia. Apabila manusia berdekatan dengan babi, maka virus pun bisa ikut terbawa. “Virus ASF itu tidak menyerang manusia, tapi dapat menempel di tubuh manusia, dan pada saat manusia itu berada di dekat babi, virusnya dapat menyerang babi,” jelasnya.

Virus ASF sendiri rupanya dapat bereaksi dengan cepat dan bisa mematikan babi di populasinya hingga 100%. “Kondisi ini dapat merugikan peternak babi, sehingga harus segera diantisipasi,” tuturnya.

Tindakan peningkatan kewaspadaan terhadap virus ASF sudah dimulai dari adanya peringatan kejadian wabah ASF di pada September 2018 lalu. Hal itu diwujudkan dalam bentuk tindakan teknis yang mencakup deteksi cepat, pelaporan sigap, dan penanganan cepat. Menurut Ketut, hal yang mengkhawatirkan dari ASF adalah belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan penyakit. Selain itu, virusnya pun sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian, Agus Sunanto mengungkapkan, Indonesia melalui Kementan pun berusaha untuk mencegah barang-barang dari negara tercemar ASF, terutama China, untuk masuk ke Indonesia, misalnya sampah pesawat. “Di , pengelolaan sampah pesawat ini sudah dikelola dengan baik, sampahnya dimusnahkan,” jelasnya.

Apabila ditemukan barang-barang yang terkontaminasi ASF, maka akan langsung dimusnahkan. “Kalau Pemerintah tidak gerak cepat dan virus ASF masuk ke Indonesia, maka populasi babi di Indonesia bisa habis,” tandasnya.