Arab Saudi Kembali Buka Akses Ibadah Umrah

Jakarta Saudi kembali membuka akses ibadah umrah mulai tanggal 4 Oktober 2020 mendatang. Hal tersebut diinformasikan oleh Kementerian Haji dan Umrah usai menangguhkan perjalanan umrah selama 7 bulan akibat pandemi (Covid-19).

Penerbangan Ibadah Umrah - headtopics.com

Ibadah Umrah – headtopics.com

“Pada tahap pertama 6.000 warga dan penduduk akan diizinkan melakukan umrah per hari mulai 4 Oktober,” demikian ujar kementerian, seperti dilansir dari AFP melalui CNBC Indonesia.

Sementara itu, pengunjung dari luar kerajaan akan diizinkan masuk per tanggal 1 November 2020. Kapasitas saat itu bakal dinaikkan jadi 20.000 jemaah per hari. Ke depannya, saat ancaman pandemi Covid-19 dianggap sudah hilang, maka akses ibadah umrah akan diizinkan dengan kapasitas normal. “Kapasitas alami penuh begitu ancaman pandemi dieliminasi,” imbuh kementerian.

Meskipun akan segera dibuka, Kementerian Agama RI masih menunggu pengumuman lebih lanjut terkait negara yang diizinkan untuk memberangkatkan jamaah umroh. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar berharap Indonesia jadi salah satu negara yang memperoleh izin untuk memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci.

“Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jamaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan (jemaah umrah),” beber Nizar.

Sementara itu, pemerintah Indonesia kabarnya sudah berkoordinasi dengan Konsul Haji KJRI Jeddah, penerbangan, serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) terkait persiapan penyelenggaraan pelayanan ibadah umrah.

Dalam rapat koordinasi para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan umrah, ada sejumlah hal yang dibahas. Salah satunya mengenai prioritas pemberangkatan untuk jemaah umrah yang tertunda dari 27 Februari 2020. “Koordinasi dengan PPIU dan maskapai terus dilakukan. Kita minta jemaah umrah yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan. Kita juga membahas penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah di masa Covid-19 bersama dengan Kemenkes,” katanya.

Sedangkan menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, M Arfi Hatim, pemerintah akan menyiapkan penyelenggaraan layanan umrah dengan melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

“Kami akan melakukan sosialisasi kepada PPIU dan jamaah terkait penerapan protokol kesehatan. Kami juga akan minta kepada PPIU untuk mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan manasik umrah yang mereka lakukan,” tandasnya.