April 2017, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Rute Internasional

JAKARTA – Pada bulan April 2017 mendatang, PT Angkasa Pura II berencana mulai mengoperasikan untuk . Pengoperasian terminal baru untuk penerbangan tersebut merupakan salah satu langkah guna mencapai target mendatangkan 4 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini.

Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin - solo.tribunnews.com

Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin – solo.tribunnews.com

Nantinya, pengoperasian Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan internasional akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama yang akan beroperasi adalah Garuda Indonesia. Kemudian, di bulan Mei, yang terafiliasi dengan Skyteam juga akan membuka rute internasional di terminal ini. Lalu, di bulan Juli 2017, seluruh akan melayani rute internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

“Terminal ini akan dilengkapi dengan fasilitas terkini guna peningkatan pelayanan dan mendukung pertumbuhan perekonomian serta pariwisata nasional,” jelas President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. “Terminal baru dengan kapasitas penumpang yang meningkat serta luas jauh lebih besar akan mendukung perseroan dalam melakukan ekspansi khususnya dalam bisnis nonaeronautikal.”

Ditambahkan Awaluddin, di tahun 2018 mendatang, pihaknya menargetkan kontribusi bisnis nonaeronautikal, seperti retail, jasa, properti, kargo, dan sebagainya dapat mencapai 60 persen dan saat ini masih di bawah 50 persen. “Lebih dari itu, terminal baru juga diproyeksikan dapat meningkatkan konektivitas di dalam negeri serta dengan dunia internasional,” sambungnya.

Selain Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, bandara yang beroperasi dengan terminal baru adalah Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, Bandara Silangit di Tapanuli Utara, dan Bandara Supadio di Pontianak. Terminal-terminal baru tersebut diperkuat dengan infrastruktur digital untuk membawa era baru ke dalam bidang pengelolaan bandara di Indonesia.

“Tahun ini kami menyiapkan belanja modal sekitar Rp9 triliun yang sebagian alokasinya digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital,” tambah Awaluddin. “Infrastruktur digital tersebut bertujuan untuk peningkatan pelayanan, mempermudah serta mempercepat proses bisnis, yang pada intinya guna memaksimalkan kinerja bandara secara keseluruhan.”