AP II Unggulkan Konsep Smart Digital Airport di 15 Bandara Kelolaannya

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II menerapkan Smart Airport di 15 bandar udara yang berada di bawah pengelolaannya. Dukungan digital tersebut sengaja dilakukan demi mempermudah mobilitas para pengguna .

Konsep Smart Digital Airport - www.cnnindonesia.com

Konsep Smart Digital Airport – www.cnnindonesia.com

“Kami terus menyeimbangkan hard infrastructure dan soft infrastructure bandara-bandara di bawah naungan AP II. Soft infrastructure akan diperbaiki menyeluruh. Konsep Smart Digital Airport ini sudah menjadi kebutuhan. Jumlah dan traffic pesawat tinggi,” kata Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin, Senin (26/11), seperti dilansir Detik.

Awaluddin menjelaskan, dengan memperkuat aspek soft infrastructure, terdapat sejumlah sasaran yang dibidik oleh AP II, salah satunya meningkatkan pengalaman pengunjung bandara. Calon penumpang diharapkan bisa lebih nyaman memakai konsep melayani sendiri. Soft infrastructure pun diharapkan bisa menaikkan efisiensi pembiayaan, termasuk melahirkan konsep baru berbasis digital. “Melalui Smart Digital Airport, ada sumber revenue baru bagi AP II. Beragam proses dan aktivitas juga terhubung satu sama lain,” jelas Awaluddin.

AP II terus mengembangkan konsep Smart Digital Airport dari tahun 2016 dengan sasaran yang tersebar dari sisi udara, pengelolaan operasional gedung terminal, sampai zona pendukung pergerakan penumpang. Platform yang ditawarkan pun ada 3, yakni Indonesia Airport Apps, platform operasi yang mengacu pada dan komersial, serta platform Airport Collaborative Decision Making yang melayani 15 pemangku kepentingan. “Optimalisasi Smart Digital Airport ini terus dilakukan. Semuanya akan optimal dalam waktu dekat di semua bandara,” paparnya.

AP II pun melanjutkan proyek revitalisasi Bandara , khususnya di Terminal 1 dan 2. “Pendekatan teknologi ini akan mengintegrasikan smart mobility, security, hingga energi terbarukan,” ungkap Awaluddin.

Untuk mendukung optimalisasi pendanaan yang dibutuhkan perusahaan, PT AP II pun menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun pada September 2018 lalu. Langkah ini dilakukan demi menyiasati pembiayaan operasional hingga Rp 100 triliun pada 2020. Pasalnya jumlah bandara yang dikelola oleh AP II membengkak jadi 19-20 bandara tahun 2019 mendatang.

“AP II harus menyikapi pembiayaan, apalagi tahun depan ada penambahan empat pengelolaan bandara. Pembiayaan menjadi isu yang sangat penting. Untuk itu, menerbitkan obligasi menjadi cara untuk meringankan pembiayaan,” ucap Awaluddin.