AP II Terapkan Digitalisasi Layanan Bus di Bandara Soekarno-Hatta

Tangerang – PT Angkasa Pura (AP) II menerapkan digitalisasi bus di , Tangerang, Banten. Dengan adanya digitalisasi tersebut membuat proses bus jadi seperti penumpang kereta di Stasiun Bandara Soetta.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - www.merdeka.com

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – www.merdeka.com

Layanan baru tersebut telah tersedia di shelter bus Terminal 2 dan akan segera hadir di Terminal 1 dan Terminal 3 Bandara Soetta. Digitalisasi layanan bus ini memungkinkan penumpang untuk membeli tiket, mengecek keberangkatan setiap rute dan lainnya secara digital. Tiap penumpang pesawat yang tiba di Bandara Soetta dan hendak melanjutkan perjalanan darat menuju destinasi akhir saat ini dapat langsung memilih tiket bus sesuai tujuan di vending machine.

Kemudian penumpang pun dapat membayar tiket di masing-masing konter operator bus, lalu naik bus lewat autogate. Di shelter bus sudah tersedia autogate dan Passenger Information Display System (PIDS) yang menampilkan secara lengkap jadwal keberangkatan bus setiap rute. “Digitalisasi layanan bus membuat penumpang lebih mudah untuk mencapai tujuan akhir di Jabodetabek, dan juga mendapat kepastian jadwal keberangkatan bus,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, seperti dilansir Tribunnews.

Program transformasi digital tersebut adalah bagian dari Transformasi Infrastruktur dan Sistem Operasi yang menjadi salah satu dari 3 program transformasi korporasi. Sesuai dengan tema korporasi tahun ini, yakni Go Global, AP II pun tengah berupaya mendorong segmen milenial dengan program Millenial Travel Experience. “Layanan terbaru ini juga merupakan bentuk dari transformasi digital yang dicanangkan Angkasa Pura II guna menghadirkan Millenial Travel Experience di seluruh bandara termasuk Soekarno-Hatta,” sambung Awaluddin.

Tiap bus yang hendak keluar dari pengendapan dan masuk ke shelter di terminal harus update perjalanan dengan kartu RFID. “Digitalisasi layanan ini selain memudahkan penumpang dan membuat operator bus semakin efisien juga bisa memberikan data tingkat demand terhadap angkutan bus di Bandara Soekarno-Hatta,” papar Awaluddin.

Hingga kini ada 7 operator bus yang beroperasi di Bandara Soetta, antara lain Damri, Sinar Jaya, Primajasa, Hiba Utama, AGRA Mas, PPD dan Big Bird. Ketujuh operator bus tersebut mengoperasikan total 412 unit bus ke sejumlah rute di Jabodetabek. Ke depannya digitalisasi layanan bus ini akan diintegrasikan ke mobile application Indonesia Airports.