AP II Tengah Susun Anggaran untuk Proyek Pembangunan Terminal 4

Jakarta – Setelah Terminal 3 resmi beroperasi, kini PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sedang menyusun anggaran untuk . Pengembangan perlu dilakukan sebab sampai saat ini pertumbuhan di Bandara terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Angkasa Pura II Persiapkan Pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta - nasional.kompas.com

Angkasa Pura II Persiapkan Pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta – nasional.kompas.com

“Kita saat ini sedang fokus ke anggaran, baru setelah ini akan masuk ke detail desain Terminal 4. Rencananya 2020 baru mulai bangun,” kata Djoko Murjatmodjo, Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II, Minggu (23/7), seperti dilansir Liputan 6.

Lebih lanjut Djoko menuturkan jika saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemegang saham PT AP II, yaitu Kementerian BUMN, terkait kemungkinan percepatan proses pembangunan Terminal 4 Bandara Soetta. Terminal 4 Bandara Soetta sendiri rencananya akan berlokasi di Lapangan Golf Sawarna. Lokasi tersebut kabarnya telah menjadi lahan milik AP II, sehingga ke depannya AP II tak perlu melakukan proses pembebasan lahan saat hendak memulai pembangunan Terminal 4.

“Saya ingin kapasitas Terminal 4 ini minimal sama seperti Terminal 3. Bahkan kalau bisa, kapasitas 40 juta penumpang, hampir dua kali lipat Terminal 3,” ungkap Djoko. Di samping itu Djoko mengharapkan kelak Terminal 4 juga tidak kalah megah dibandingkan Terminal 3, sehingga jumlah penumpang yang dapat dilayani di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kapasitasnya dapat mencapai 100 juta orang setiap tahun. Perkiraannya, pembangunan Terminal 4 akan menghabiskan dana investasi sebesar lebih dari Rp 10 triliun.

Hingga kini pembangunan yang masih bergulir di Bandara Soetta adalah fasilitas skytrain atau automated people mover system. Menurut Manager Public Relation PT AP II Yado Yarismano, pihaknya sudah menggelontorkan dana hingga Rp 950 miliar untuk proyek skytrain Bandara Soetta yang keseluruhan dananya berasal dari kas perusahaan.

“Nilai proyeknya sendiri hampir Rp 1 triliun atau tepatnya Rp 950 miliar. Itu dari dana AP II sendiri yang bangun. Rinciannya itu, (pengadaan) trainset Rp 530 miliar, jalur dan terminal Rp 420 miliar. Itu semua untuk 3 train set beserta infrastrukturnya,” jelas Yado.