Tunjang Sektor Ekonomi, Bandara Soekarno-Hatta Relaksasi Penerbangan

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II melakukan relaksasi atau pelonggaran di , Tangerang, Banten. Relaksasi ini dilakukan demi menyokong dan mendorong ekonomi Indonesia di tengah kondisi pandemi (Covid-19) dari sektor penerbangan. Salah satunya dengan peningkatan slot penerbangan di Soetta yang naik menjadi 99%.

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II - ekbis.rmol.co

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II – ekbis.rmol.co

Menurut data AP II, selama bulan April hingga Juni 2020 rata-rata utilisasi slot time penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta hanya 16%. “Sementara itu sepanjang Juli dan 1-21 Agustus, rata-rata utilisasi slot time meningkat 99 persen atau mencapai 32 persen,” tutur Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Selasa (25/8), seperti dilansir Tribunnews.

Dengan demikian, dari 66.595 slot penerbangan yang disediakan di Bandara Soekarno-Hatta, 22.853 slot penerbangan digunakan oleh . Selain itu, AP II pun membuka rute penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya ditutup ketika awal pandemi Covid-19. Setidaknya terdapat 24% penerbangan baru dibuka untuk menunjang sektor ekonomi. “Bandara Internasional Soekarno-Hatta di tengah pandemi ini memiliki 83 rute penerbangan yang dijadwalkan,” beber Awaluddin.

Selama periode April sampai Juni 2020 rata-rata rute penerbangan yang dibuka hanya sekitar 50,5% per bulan. Kemudian meningkat selama Juli dan periode 1-21 Agustus 2020 menjadi 62,3% per bulan. “Dari data tersebut maka pada Juli sampai Agustus 2020 rute yang dibuka meningkat 24 persen dibandingkan dengan April sampai Juni 2020,” kata Awaluddin.

Strategi berikutnya yang dilakukan oleh AP II adalah meningkatkan frekuensi penerbangan sebesar 31% dari keseluruhan. “Strategi yang kami tetapkan adalah kembali ke bisnis inti [back to the core business], yakni bisnis aeronautika. Bersama stakeholder, PT Angkasa Pura II menjalankan tiga strategi yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, pengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi, dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif. Di saat bersamaan, kami juga menjalankan Safe Travel Campaign guna memberi keyakinan kepada masyarakat,” papar Awaluddin.

“Tiga strategi itu kami jalankan sejak Juli 2020 atau sekitar 3-4 bulan sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Kami berupaya menggerakkan permintaan melalui penawaran. Dan hasilnya, pada Juli-Agustus, indikator menunjukkan bahwa pemulihan penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II sudah terlihat,” tandasnya.