AP II : Jangan Jadikan Bom sebagai Bahan Candaan di Bandara Soekarno Hatta

Jakarta – PT Angkasa Pura II sebagai pihak pengelola Soekarno – Hatta memperketat pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan di tengah padatnya arus pada musim akhir tahun 2015 ini.bandara-soekarno-hatta-jaka

Andhika Nurjaman, Operation & Services Executive Manager APII mengatakan, pihak bandara Soeta meningkatkan pengamanan dengan menyiagakan personel TNI, Polri, serta jajaran pengamanan internal serta aviation security. Hal ini tetap dilakukan meski belum ada informasi yang menyebutkan Bandara ini bakal menjadi target terorisme.

“Secara total kurang lebih 783 personel disiagakan setiap harinya untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan penerbangan di Bandara Soekarno – Hatta,”  papar Andhika.

Untuk memaksimalkan pengawasan, pihak Angkasa Pura II juga telah memasang 1.245 kamera mulai dari area perimeter utara hingga ke selatan, gedung-gedung perkantoran, dan area terminal, terutama wilayah sisi udara.

Terkait candaan Bom, PT Angkasa Pura menanggapi hal tersebut dengan sangat serius.  Sedikitnya ada sekitar 40 banner berisi larangan melontarkan candaan bom atau bahan lainnya yang sedianya akan ditempatkan di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soeta. Larangan ini juga akan disampaikan lewat running text dan pengumuman di terminal.

Seperti yang diketahui, peristiwa candaan penumpang tentang bahan peledak sempat terjadi di Bandara beberapa waktu lalu. Seorang penumpang pesawat Lion Air JT 728 dengan rute Soeta-Kendari bernama Anwar melontarkan candaan tentang granat ketika memasukkan barang ke kabin. Akibat ulahnya, Pesawat Lion Air yang bakal ditumpangi Anwar diperiksa ulang dan ditunda penerbangannya. Anwar pun segera diamankan oleh petugas Terminal 1B Bandara Soeta.

Sebelum kasus Anwar, Kemenhub juga mencatat telah ada 6 laporan terkait informasi ancaman bom sepanjang periode Januari hingga September 2015. 3 dari 6 laporan tersebut rupanya melibatkan penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta.