Angkasa Pura Cargo Ambil Alih Bisnis Kargo di 10 Bandara AP II

Jakarta – Tahun 2017 ini Cargo memiliki target untuk meraih penghasilan mencapai Rp 150 miliar dari pengelolaan yang sebelumnya dipegang oleh PT Angkasa Pura (AP) II. Mulai tahun ini PT AP II akan melimpahkan pengelolaan bisnis ke Angkasa Pura Kargo.

Angkasa Pura Cargo - industri.kontan.co.id

Angkasa Pura Cargo – industri.kontan.co.id

Dari 13 bandara yang berada di bawah pengelolaan PT AP II, anak ini dapat langsung mengelola bisnis kargo yang berada di 10 bandara. “Semua sudah diserahkan ke kami dan tahun ini bakal fokus meningkatkan volume kargo yang masih kecil,” ujar Denny Fikri, Direktur Utama Angkasa Pura Cargo.

Namun Denny sendiri enggan mengungkap berapa pendapatan bisnis kargo yang didapat oleh AP II saat ini. Pihaknya sendiri tak ingin mengeluarkan dana investasi terlalu besar untuk pengembangan bisnis kargo, pasalnya dan gudang kargo di 10 bandara tersebut sudah memadai.

Angkasa Pura Cargo nantinya akan mengoptimalkan volume gudang yang sudah ada di setiap bandara. Misalnya saja dengan mengundang komunitas perusahaan kargo untuk masuk ke sana. Investasi besar yang akan dikeluarkan untuk proyek dalam waktu dekat ini adalah pengembangan kargo di kawasan Bandara .

PT Angkasa Pura Cargo nantinya akan mengelola kawasan pergudangan di Bandara Soetta bernama Cargo Village dan Pusat Logistik Berikat. AP Cargo akan mengembangkan Cargo Village di lahan milik AP II dengan luas sekitar 90 hektar. Nilai proyek besar tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 triliun.

Gudang kargo di Bandara Soetta memang sengaja diperluas untuk memenuhi permintaan kargo yang semakin tinggi. Bandara Soekarno-Hatta memiliki kargo seluas 30 ha dengan kapasitas 430.000 ton per tahun, namun saat ini telah meningkat menjadi 700.000 ton per tahun.

Sebagai permulaan, proyek Cargo Village akan dibangun di atas lahan 45 hektar dan AP Cargo akan membuka tender operator gudang pada pekan kedua bulan ini. Sementara itu dalam proyek Pusat Logistik Berikat, AP Cargo berencana membangun gudang untuk komponen pesawat dan telekomunikasi.