Akomodasi KA Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Manggarai Diperluas

JAKARTA – Untuk mengakomodasi perjalanan jarak jauh, kereta commuter line Jabodetabek, dan kereta , Kementerian Perhubungan akan memperluas kapasitas Manggarai. Nantinya, Manggarai akan dibangun dua tingkat untuk memisahkan jalur dari ketiga kereta api tersebut.

Zulfikri, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan - www.cakrawalanews.co.id

Zulfikri, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan – www.cakrawalanews.co.id

Dilansir CNBC, peningkatan kapasitas dan fasilitas dilakukan melalui dua proyek, yakni Paket A dan Paket B. Paket A terdiri dari pembangunan rel kereta ganda (double-double track/DDT) di ruas Manggarai, sedangkan Paket B terdiri dari pembangunan DDT di ruas Jatinegara. Untuk Paket A, biaya fase 1 mulai dari 2015 hingga September 2019 mencapai angka Rp2,307 triliun.

“Paket A kami fokuskan di antara Stasiun Manggarai dan Jatinegara, selain juga mencakup pelayanan KA Bandara Soekarno-Hatta mulai Stasiun Manggarai, tetapi belum di akhir 2018,” jelas Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri. “Tujuan ultimate-nya adalah melayani kereta antar-daerah dan memisahkan jalur kereta dalam kota dan kereta jarak jauh.”

Sementara itu, untuk Paket B yang terdiri dari pembangunan DDT di ruas Jatinegara Cikarang, bertujuan untuk memisahkan jalur ganda kereta jarak jauh dan kereta api commuter line, menghindari susulan perjalanan kereta api jarak jauh dan KRL, serta meningkatkan pelayanan melalui penambahan kapasitas jalur. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas lintas kereta api Jabodetabek, memperlancar angkutan kereta api melalui pemisahan jalur operasi utama dan commuter, dan peningkatan keselamatan.

Secara keseluruhan, Stasiun Manggarai akan dibangun tiga lantai, dengan rincian lantai 1 terdiri dari jalur KA Bekasi line 4 jalur, KA Bandara 4 jalur, dan peron stamformasi; lantai 2 terdiri dari layanan penumpang dengan luas lantai kurang lebih 9.108 m2 dan kapasitas tampung 17.800 orang dilengkapi lift dan eskalator; serta lantai 3 yang terdiri dari jalur KA main line 6 jalur dan Bogor line 4 jalur serta peron 12 stamformasi.