Akhir Tahun, Garuda Indonesia Ajukan Extra Flight Jakarta-Silangit

JAKARTA – Akhir tahun merupakan momen ketika banyak masyarakat menghabiskan waktu mereka untuk berlibur. Nah, fakta tersebut dimanfaatkan banyak untuk membuka baru atau menambah frekuensi . misalnya, sudah mengajukan penambahan slot terbang rute Jakarta-Silangit via untuk membidik wisatawan yang hendak liburan ke Danau Toba.

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta - travel.dream.co.id

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta – travel.dream.co.id

Dikutip dari Gatra, untuk saat ini, Garuda Indonesia melayani penerbangan rute Jakarta-Silangit empat kali dalam seminggu. Nantinya, maskapai tersebut akan melayani rute ini setiap hari. Garuda Indonesia bakal terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Silangit setiap hari mulai tanggal 17 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019 mendatang.

“Penambahan frekuensi penerbangan sudah diajukan dua maskapai, yaitu Citilink dan Garuda Indonesia,” jelas Executive General Manager Bandara Silangit, M. Hendrawan Irawan. “Extra flight Citilink Halim Perdanakusuma-Silangit setiap hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019, sedangkan Garuda Indonesia rute Cengkareng-Silangit setiap hari mulai 17 Desember 2018 sampai 20 Januari 2019.”

Dengan penambahan frekuensi penerbangan tersebut, nantinya jadwal pesawat menuju Silangit akan menjadi tujuh kali dalam satu hari. Rinciannya, Garuda Indonesia terbang satu kali, Citilink tiga kali, Batik Air satu kali, Sriwijaya Air satu kali, dan Wings Air satu kali. Selain itu, masih ada Susi Air yang terbang setiap hari Rabu dengan rute Silangit-Gunung Sitoli.

“Penambahan penerbangan tersebut sudah sangat tepat karena kunjungan ke kawasan Danau Toba melalui Bandara Silangit pasti tinggi, khususnya bagi perantau yang ingin pulang ke kampung halaman,” tutur pelaku dunia usaha pariwisata di Tapanuli Utara, Tommy Silaban. “Namun, saya harap dengan penambahan jadwal terbang, pihak maskapai juga dapat memberikan harga tiket yang bisa dijangkau semua kalangan.”

Hampir senada, warga kawasan Danau Toba, Markus Aritonang, mengatakan bahwa penambahan frekuensi penerbangan tersebut selain memudahkan para perantau dan wisatawan, juga dapat meningkatkan ekonomi warga atau pelaku usaha. Meski demikian, ia juga berharap agar harga tiket pesawat yang ditawarkan tidak melejit.