Airport Tax Bandara Soetta Naik, AP II Tambah Fasilitas

Jakarta – PT Angkasa Pura II (AP II) menepati komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik di Soekarno Hatta. Terbukti, AP II akan segera menambah di Bandara Soekarno Hatta sebagai penyesuaian Pelayanan Jasa Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) alias “ ”.

budi karya sumadi angkasa pura 2 - indo-aviation.com

budi karya sumadi angkasa pura 2 – indo-aviation.com

Sebelumnya, AP II telah menaikkan PSC di Bandara Soekarnoa Hatta sejak 1 April 2016. Selain di Bandara Soetta, Airport Tax di sejumlah bandara lain seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Internasional Supadio, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandara Minangkabau, Bandara Sultan Iskandar Muda, dan Bandara Silangit juga ikut naik.

“AP II selalu dan terus menyosialisasikan kepada penumpang bahwa penyesuaian PSC ini, guna meningkatkan pelayanan dan fasilitas, untuk kenyamanan pengguna jasa di Bandara Soetta,” kata Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi, Jumat (1/4).

Budi menjelaskan bahwa kenaikan tarif PSC ini sudah sesuai dengan aturan dari Surat Menteri perhubungan No. PR 303/1/15 PHB 2016, tanggal 21 Januari 2016, Tentang Persetujuan tarif PSC.

Sebagai tindak lanjutnya, AP II akan menambah fasilitas di Bandara Soetta pasca kenaikan tarif PSC tersebut, salah satunya fasilitas ruang tunggu yang akan dibuat semakin luas dan nyaman. Beberapa fasilitas lain juga akan ditambah, seperti penambahan petugas customer service, customer service mobile di setiap terminal, penambahan jumlah petugas keamanan, serta peningkatan fasilitas security berteknologi canggih untuk menjamin keamanan agar lebih baik lagi.

“Untuk diketahui, PSC sejak 2009 silam belum pernah naik. Sementara beban pegawai, listrik, dan biaya pemeliharaan perawatan setiap tahun naik,” ungkap Budi.

Budi meminta agar para pengguna jasa dapat memaklumi penyesuaian tarif PSC tersebut. Pasalnya, dana dari PSC tersebut akan digunakan untuk cost recovery operasional bandara.

“Kami harus memiliki aliran uang atau cash flow yang kuat agar mampu berinvestasi di seluruh bandara yang dikelola dalam upaya meningkatkan pemenuhan hak penumpang menggunakan jasa bandara menjadi lebih baik,” tukasnya.