AirNav Indonesia Tingkatkan Prosedur Layanan Navigasi di Bandara Soetta

Jakarta Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan di Internasional Soekarno-Hatta. Hingga kini tercatat sebagai bandara paling sibuk di kawasan Asia Tenggara.

AirNav Indonesia Tingkatkan Pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta - beritatrans.com

AirNav Indonesia Tingkatkan Pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta – beritatrans.com

“Dari sisi prosedur, kami melakukan Performance-Based Navigation (PBN) dengan mengimplementasikan SID RNAV-1 dan STAR RNAV-1. Prosedur ini meningkatkan efisiensi pergerakan udara sehingga mengurangi penggunaan avtur dan dapat meningkatkan ruang udara,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, seperti dilansir Suara Merdeka.

Tak hanya meningkatkan kualitas prosedur, AirNav juga meremajakan peralatan navigasi di Bandara Soetta. Pada triwulan II 2017, Airnav mengoperasikan A-SMGCS (Advance Service Movement Guidance and Control System) level 2, naik dari sebelumnya yang hanya berada pada level 1.

“A-SMGCS level 2 beroperasi pada 10 April lalu untuk memantau pergerakan pesawat di darat. Alat ini memberikan guidance dan control yang lebih presisi untuk posisi setiap pesawat dan kendaraan di landasan serta memberikan kepastian jarak antar pesawat dan kendaraan di darat,” beber Novie.

Airnav sendiri sempat memasang radar baru di Bandara Soetta untuk memperbarui radar lama yang usianya sudah mencapai 32 tahun. “Kami telah menggantinya dengan jenis terbaru dan berteknologi mutakhir, yakni PSR (Primary Surveillance Radar) tipe ASR-12 dan MSSR (Mono Pulse Secondary Surveillance Radar) tipe IRS 20MP/L,” papar Novie.

Airnav bersama PT Angkasa Pura (AP) II pun menjalin kerjasama dengan operator navigasi asal Inggris, NATS-UK untuk menambah kapasitas pergerakan pesawat di Bandara Soetta. “Peningkatan kapasitas harus dilakukan bersama, tidak bisa AirNav sendiri. Hasilnya melalui kerja bersama AirNav dengan stakeholder lainnya, pergerakan di Soekarno-Hatta terus meningkat,” jelas Novie.

Pada tahun 2012 lalu sebelumnya adanya AirNav Indonesia, kapasitas penerbangan di Bandara Soetta hanya 52 pergerakan per jam. Namun tahun 2013 setelah ada AirNav kapasitasnya meningkat jadi 64 pergerakan dan tahun 2017 ini telah mencapai 81 pergerakan per jam. Saat ini AirNav berupaya meningkatkan kapasitas Bandara Soetta menjadi 86 pergerakan per jam. “Di Heathrow aja yang runwaynya seperti Soekarno-Hatta sampai 100 pergerakan per jam. Selama prosedur dan regulasi terpenuhi, keselamatan akan tetap terjaga,” tandasnya.