Ada Skytrain, Shuttle Bus Tetap Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta

TANGERANG – berencana mengoperasikan atau automated people mover system (APMS) di Internasional pada pertengahan bulan Agustus 2017 mendatang. Meski nantinya ini sudah beroperasi, namun perusahaan tetap akan melanjutkan operasi bandara.

Ada Skytrain, Shuttle Bus Tetap Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta - deladeni.com

Ada Skytrain, Shuttle Bus Tetap Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta – deladeni.com

Seperti diketahui, saat ini PT Angkasa Pura II telah mengoperasikan 12 unit shuttle bus dengan kapasitas 20 sampai 25 untuk masing-masing bus di setiap perjalanan. Shuttle bus tersebut selama ini digunakan untuk memfasilitasi para dari satu ke yang lain di lingkup Bandara Soekarno-Hatta.

“Untuk sementara, bergerak berdampingan. Skytrain ada, shuttle bus juga ada. Jadi, penumpang bisa pilih, pakai shuttle bus atau skytrain,” jelas Manager Public Relation PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano. “Namun, untuk kebijakan selanjutnya, apakah pengoperasian shuttle bus ini akan dilanjutkan atau tidak, kami masih akan menunggu keputusan manajemen mengenai moda ini.”

Untuk skytrain, pada pengoperasiannya nanti, angkutan ini memang memiliki fungsi yang sama seperti shuttle bus, yaitu memobilisasi penumpang dari terminal satu ke terminal lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, yang diketahui memiliki jarak cukup jauh. Namun, dalam sekali jalan, kereta tanpa awak ini mampu mengangkut 176 penumpang, jauh lebih banyak dibandingkan kapasitas shuttle bus.

“Perseroan telah menganggarkan dana hingga Rp950 miliar untuk proyek skytrain Bandara Soekarno-Hatta, yang seluruhnya bersumber dari kas perusahaan sendiri,” sambung Yado. “Untuk rangkaian kereta dan teknologinya, perusahaan setidaknya merogoh kocek hingga Rp530 miliar, dan biaya tersebut sudah termasuk tiga rangkaian kereta yang didatangkan dari perusahaan asal Korea Selatan, Woojin Industrial System Co Ltd.”

Sementara, untuk pengadaan dan terminal yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco, Yado menambahkan bahwa pihaknya harus mengucurkan dana hingga Rp420 miliar. Uji coba moda transportasi penghubung antar-terminal ini sendiri direncanakan pada akhir bulan Juli dan jika lolos uji coba, maka skytrain siap beroperasi pada tanggal 17 Agustus 2017.