Ada Lukisan DN Aidit di T3 Ultimate Soetta, Ini Klarifikasi AP II

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II baru saja meresmikan terminal baru, di , pada 9 Agustus 2016 lalu. Walaupun masih belum sepenuhnya selesai, berusaha memenuhi segala fasilitas yang dibutuhkan penumpang.

Salah satu fasilitas pendukung adalah dengan diadakannya sebuah pameran di T3 Ultimate. Sayangnya, salah satu lukisan sempat menimbulkan kehebohan. Dalam salah satu lukisan terdapat foto yang diduga mirip wajah tokoh Partai Komunis (PKI) DN Aidit. Foto Aidit digabungkan dengan foto pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, hingga foto Bung Karno dan Bung Hatta.

Lukisan di Bandara Soekarno Hatta - islamedia.id

Lukisan di Bandara Soekarno Hatta – islamedia.id

Foto mirip Aidit tersebut sempat mencuri perhati salah seorang penumpang bernama Hidayat Adhiningrat. Hidayat sempat memotretnya dan mengunggah foto itu ke Twitter.

Terkait kehebohan tersebut, pihak AP 2 telah menurunkan lukisan itu dan memberikan penjelasan tentang wajah Aidit yang berada di dalamnya.

“Lukisan itu sebenarnya untuk memberikan sentuhan Indonesia. Nah kemudian sudah buat TOR untuk sayembara kepada seniman. Setelah dipasang kita nggak sadar ada foto itu. Karena itu kan ada di berbagai foto,” kata Plt Dirut AP II, Djoko Murjatmodjo pada jumpa pers di Terminal 3, Bandara , Jumat (12/8).

Djoko juga berterima kasih pada perhatian masyarakat terhadap foto Aidit yang terpajang dalam lukisan itu.

“Saya juga terima kasih ada yang jeli. Kami sekarang sudah minta klarifikasi ke kurator dan pelukisnya. Kurator dari Semarang, Chris Dharmawan. Lukisan sudah diturunkan biar nggak ada polemik. Kalau konsep dari pelukis dan kita nggak sejalan akan kita batalkan,” jelasnya.

Kurator Chris Dharmawan sendiri menjelaskan jika lukisan itu bukanlah buatannya, melainkan karya Galam Zulkifli.

“Itu sebetulnya menggambarkan Indonesia dalam lukisan. Baik pahlawan dan pemberontak. Dari awal Indonesia sampai sekarang kan banyak peristiwa. Itu digambarkan di situ. Itu menggambarkan apa adanya. Nggak ada maksud sama sekali untuk menyinggung PKI,” ucap Chris.

Selain Aidit, lukisan itu juga memajang wajah para tokoh Indonesia seperti wajah Soekarno-Hatta dalam ukuran besar, kemudian Tan Malaka, Kahar Muzakar, Soeharto, BJ Habibie, , Abdurrahman Wahid, hingga .

“Dia kan pelaku sejarah untuk menjadikan Indonesia sampai sekarang. Sejarah kan nggak bisa motong-motong kaya sekarang. Jadi harus secara utuh. Nggak maksud politik, tapi lebih ke unsur objektivitas sejarah,” imbuh Chris.

Lantas bagaimana tanggapan sang seniman saat mengetahui lukisan mereka diturunkan dari dinding Terminal 3 Ultimate Soetta? “Sudah koordinasi dengan tim bahwa untuk menjaga polemik, dari seniman sendiri nggak ada masalah,” tandasnya.