8 April 2019 Bandara Gatot Subroto Layani Penerbangan ke Bandara Soetta

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan segera meresmikan Gatot Subroto pada 8 April 2019 di Kabupaten Waykanan. Usai diresmikan, masyarakat nantinya dapat melakukan perjalanan dari Gatot Subroto Way Kanan menuju Jakarta menggunakan .

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan - pontianak.tribunnews.com

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan – pontianak.tribunnews.com

“Ini akan mempercepat perputaran roda perekonomian, semoga antusiasme masyarakat terhadap bandara ini baik. Jangan sampai telah diresmikan tidak ada yang ingin menggunakannya,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (27/3), seperti dilansir Lampungpro.

Lebih lanjut Budi menuturkan bahwa nantinya akan ada sejumlah yang melayani rute Bandara Gatot Subroto – Bandara Soekarno-Hatta, antara lain Garuda Indonesia, Wings Air, Nam Air, dan Citilink yang menggunakan pesawat ATR 72-600 untuk rute tersebut. “Kita lagi rapat dengan beberapa maskapai penerbangan, tetapi yang pasti yaitu pesawat ATR dengan jumlah penumpang 75 orang,” ungkap Budi.

Akan tetapi, Budi mengungkapkan bahwa jumlah penumpang dari Waykanan dan kabupaten sekitar yang menggunakan jasa penerbangan dari Bandara Gatot Subroto untuk sekali penerbangan masih belum terdata. “Sementara pesawat ATR dahulu, bila jumlah penumpang terus mengalami kenaikan, bisa diganti dengan pesawat Boeing,” papar Budi.

Menurut Budi, selain memakai pesawat jenis ATR, frekuensi penerbangan dari Waykanan menuju Jakarta ditargetkan beroperasi 3 kali dalam seminggu. Namun untuk penentuan hari dan waktunya masih akan dirapatkan lebih lanjut.

Dengan diresmikannya Bandara Gatot Subroto sebagai bandara komersial, diharapkan pembangunan ekonomi dan infrastruktur di seluruh wilayah Lampung bisa merata. “Bandara ini memberikan dampak konektivitas,” ucapnya.

Bandara Gatot Subroto berlokasi di Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Bandara yang sebelumnya hanya digunakan untuk kepentingan TNI AD ini mempunyai panjang landasan pacu 2.100 x 40 meter. Sedangkan jalan rayap atau taxiway-nya sepanjang 100 x 30 meter dan pelataran pesawat alias apron ukuran 250 x 100 meter.

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI AD Andika Perkasa menuturkan bahwa rencana untuk memanfaatkan bandara tersebut sebagai bandara komersial telah ada sejak tahun 2006 silam, tetapi terkendala sejumlah hal yang tak ia beberkan secara rinci. Pembukaan bandara ini menurutnya akan mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi hingga pariwisata di Way Kanan. “Akan ada multiple effect. Ini akan mempercepat (pertumbuhan) ekonomi,” tandasnya.