217 Frekuensi Penerbangan Lion Air Ditutup selama Sebulan

Bandarasoekarnohatta.com – Pasca pemberlakuan sanksi pembekuan operasional , memutuskan untuk meliburkan sementara 217 frekuensi di 54 rute , dari total 93 rute Lion Air yang telah ada. Penundaan penerbangan ini akan dilakukan selama 1 bulan, yakni sejak 18 Mei hingga 17 Juni 2016 mendatang. Selain mengurangi 217 frekuensi di 54 rute , Lion Air juga mengurangi 10 frekuensi di 2 rute penerbangan internasional.

lion air - en.wikipedia.org

lion air – en.wikipedia.org

Sebelumnya, Lion Air telah mengirimkan surat permintaan penundaan penerbangan untuk 54 rute domestiknya sebanyak 2 kali pada Kemenhub. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenhub, Hemi Pamurahardjo.

“Surat pertama mengajukan penundaan 90 frekuensi. Surat kedua 127 frekuensi. Totalnya dengan 2 surat itu adalah 217 frekuensi di 54 rute,” kata Helmi, Minggu (22/5).

Surat persetujuan atas permintaan penundaan 217 frekuensi penerbangan Lion Air tersebut kemudian dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub pada 18 Mei 2016 dengan ditandatangani oleh Direktur Angkutan Udara, Maryati Karma.

“Tanggal 18 Juni, frekuensi itu akan di-on-kan lagi. Intinya menunda 1 bulan. Karena dalam peraturan disebutkan bahwa bila dia tidak terbang 7 hari, kalau tidak memberitahukan dan kami tahu di lapangan, ya frekuensinya bisa dicabut. Supaya tidak dicabut ya, kirim ke kami suratnya,” papar Helmi.

Diantara rute-rute Lion Air yang mengalami penundaan penerbangan, rute dari dan menuju ke Bandara Soekarno Hatta (CGK) juga turut berada dalam daftar. Selain itu, terdapat rute dari dan ke beberapa lokasi lain, seperti Banjarmasin (BDJ), Surabaya (SUB), Bandung (BDO) dan Denpasar (DPS).

Berikut daftar lengkap dari 127 rute penerbangan Lion Air yang ditutup sebulan dalam pengajuan penundaan surat ke-2,

bandarasoekarnohatta+berita-bandara-soetta-1

bandarasoekarnohatta+berita-bandara-soetta-2

bandarasoekarnohatta+berita-bandara-soetta-3

Langkah Lion Air untuk menutup sementara sejumlah rute penerbangannya dianggap sejumlah pihak sebagai reaksi ‘gertakan’ pada pemerintah Indonesia atas sejumlah sanksi yang diterimanya.

Seperti diketahui, Lion Air diberikan sanksi oleh regulator penerbangan berupa pelarangan membuka rute baru hingga 6 bulan ke depan sebagai buntut dari aksi mogok sejumlah pilot Lion Air pada 10 Mei 2016. Tak lama berselang, Lion Air kembali menerima sanksi dari Kemenhub berupa pembekuan izin layanan sisi darat atau ground handling di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, mulai 25 Mei 2016 akibat kesalahan prosedur penurunan penumpang yang dianggap cukup fatal.