11 Mei, Giliran Qantas dan Jetstar Asia Pindah ke Terminal 3 Bandara Soetta

TANGERANG – Satu per satu, maskapai memindahkan operasional mereka ke Soekarno-Hatta. Pada tanggal 11 Mei 2018 mendatang, giliran dua maskapai, yaitu Qantas Airways dan Asia, akan mulai mengoperasikan penerbangan mereka dari Terminal 2 ke terminal baru tersebut.

Qantas Airways dan Jetstar Asia Airways mulai 11 Mei 2018 ini akan pindah pengoperasiannya ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. - eljohnnews.com

Qantas Airways dan Jetstar Asia Airways mulai 11 Mei 2018 ini akan pindah pengoperasiannya ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. – eljohnnews.com

“Tanggal 11 Mei, dua maskapai ini secara bersamaan memindahkan operasional mereka ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Operation & Service Executive Manager Bandara Soekarno-Hatta, Djody Prasetyo. “Satu per satu, perusahaan maskapai asing berpindah operasi dari Terminal 2 ke Terminal 3, yang makin mengukuhkan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara berkelas dunia.”

Djody menambahkan, terus mendukung pertumbuhan di Indonesia. Dukungan nyata tersebut dapat dilihat dengan terus-menerus meningkatkan di Terminal 3, antara lain dengan moda terintegrasi seperti layan dan bandara. “Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini tumbuh menjadi bandara berkelas dunia dengan peringkat kesibukan telah menyalip Bandara Changi dan Bandara Incheon,” sambung Djody.

Sebelumnya, pada tanggal 10 April lalu, Malaysian Airlines telah memindahkan operasional mereka dari Terminal 2 ke Terminal 3. Langkah Malaysia Airlines ini mengikuti maskapai asing yang telah beroperasi terlebih dahulu di Terminal 3, seperti Saudi Arabian, Vietnam Airlines, Korean Airlines, Xiamen Air, China Airlines, China Southern, AirAsia International, Korean Air, serta tidak ketinggalan, Garuda Indonesia khusus rute internasional.

“Saat ini, PT Angkasa Pura II juga sedang melakukan pengembangan pergerakan pesawat dengan melakukan pembangunan jalur penghubung runway Utara-Selatan di bagian timur, atau disebut east-cross taxiway dan runway ketiga,” tambah Djody. “Artinya, pergerakan pesawat yang saat ini 81 pergerakan per jam, nantinya dapat meningkat menjadi 114 pergerakan per jam.”