1 September 2017, Jasa Porter di Bandara Soekarno-Hatta Bakal Ditiadakan

Tangerang – Selama ini masih banyak yang memakai porter untuk membantu membawakan barang bawaannya di . Apalagi jika seorang mempunyai bagasi yang cukup banyak. Akan tetapi dalam waktu dekat ini kabarnya Bandara , Tangerang, Banten tak akan lagi menyediakan porter.

Dewandono Prasetyo Nugroho - www.tribunnews.com

Dewandono Prasetyo Nugroho – www.tribunnews.com

Porter atau petugas yang memberikan jasa mengangkat barang atau bagasi penumpang akan mulai ditiadakan per tanggal 1 September 2017 mendatang. “Memang betul, jasa porter yang ada saat ini nantinya ditiadakan,” ujar Dewandono Prasetyo Nugroho, Branch Communication Manager Bandara Soetta, Rabu (23/8), seperti dilansir Tangerang Online.

Sebagai , hingga kini ada 3 perusahaan penyedia jasa porter di Bandara Soetta, antara lain PT INA, PT Dahliatama Prima, dan PT Karya Tangkas Mandiri (KTM). Ketiga perusahaan jasa tersebut mempekerjakan sekitar 800 orang porter untuk beroperasi di Bandara Soetta. Lantas bagaimana nasib 800 porter yang sebagian besar berasal dari warga sekitar Bandara Soetta tersebut?

Prasetyo menjelaskan jika porter yang dipekerjakan oleh ketiga perusahaan tersebut kelak akan dialihtugaskan menjadi petugas pengumpul trolley dan petugas helper. “Sementara ini, kita akan mengakomodir sebanyak 805 orang porter yang nantinya dialihtugaskan menjadi petugas pengumpul trolley dan helper,” ungkap Pras.

Salah seorang porter pegawai PT KTM, Ruhyat berharap jika jasa porter tetap ada di Bandara Soetta. Akan tetapi ia mengaku tetap berusaha menerima apapun kebijakan dari pihak PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta. “Saya sendiri pinginnya berlanjut, tapi kalau itu sudah keputusan dengan perusahaan saya sih ikut-ikut aja,” ucap Ruhyat.

Sebelumnya, PT AP II memang sudah memastikan jika di Terminal 3 Bandara Soetta tak tersedia porter sejak tahun lalu. “Perlu ditegaskan, di Terminal 3 ini tidak akan ada porter, tidak seperti beberapa terminal lainnya,” ujar Djoko Murjatmodjo kala itu.

Dihilangkannya porter dari Terminal 3 dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang. Di samping itu seluruh fasilitas yang ada di Terminal 3 berkonsep self service. Sistem bagasi di Terminal 3 pun tak lagi bersentuhan dengan manusia. “Jadi kita kontrol semua dari ruang monitoring, bahkan security-nya juga pakai sistem otomatis itu pun sampai 5 level,” tandasnya.